Nada dan
puisi datang dan pergi menghampirimu
Tiada yang
mampu merengkuh arti dan isi hati
Kadang
benda mati yang memenangkan tempat di
sisimu
Atau hewan
kecil yang luput dari pandanganmu
Ku berserah
dalam ketakberdayaan
Berbahagia
dengan satu impian dan satu
kejujuranku
Ku ingin
jadi cicak di dindingmu
Hanya
suara dan tatapku menemanimu
Dan ku
menyadari tanganku tak kan
mampu meraihmu
Walau
cinta katanya takkan lelah memberi
Kulepas
engkau
Percikmu
abadi menyegarkanku
Namun
biarlah kini...
Kuingin
jadi cicak
Seperti
cicak di dindingmu
Melekat,
menemani, membelai dinding jiwamu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar