Ketika seperti saat ini..Hanya sholat yang bisa saya gunaakan
sebagai penolong,,
Dengan adanya semua kejadian ini, saya menyadari suatu hal..
“Jangan pernah
memakukan harapan pada manusia, Namun pakukanlah harapan pada Allah.”
Karena berharap
pada manusia pada akhirnya sering membuat kita kecewa.
Yakin saja rencanaNya
buat kamu.
Ya Allah... Kalau maksud baikku ini tidak dilihat dengan
caraMu oleh “dia”. Aku ikhlas.
Barangkali rasa kasihanku atau kepedulianku
terlihat bertendensi bagi makhlukMu. Tidak apa. Cuma Engkau tempat bermukimnya
seluruh hati.
Cuma Engkau tempat kembalinya segala hal yang kulakukan
dijalanMu.
Niatku karena Engkau memberikan hati nurani dan rasa kasihan yang
entah kenapa berlebih, padaku.
I love you without knowing how, or when, or
from where.
I love you straightforwardly, without
complexities or pride
So I love you because I know no other way
than this.
(Pablo Neruda - Sonet XVII)
Mudah saja bagi dia untuk menyakiti seseorang karena dia
tidak tahu bagaimana rasanya.
Namun ingat, hidupmu tidak terus hidup pada roda atas.
Entah kapan waktunya, kamu mungkin juga akan memetik pelajaran itu.
Bukan
karena siapa membalas siapa...
Tapi lebih karena kita sendiri yang
menanam maka kitalah sendiri orang yang pada akhirnya akan memetik hasil.
“Seperti cermin, kadangkala apa yang kita lakukan akan terpantul pada diri kita sendiri”
“Seperti cermin, kadangkala apa yang kita lakukan akan terpantul pada diri kita sendiri”

